Minggu, 17 Mei 2009

Stop Kekerasan Saat Pacaran

Oleh Agus Supriyanto

Berita yang mengejutkan muncul di pagi hari saat Ujian Nasional tingkat SMP berlangsung: "Sepulang mengikuti Ujian Nasional (UN) kemarin, Kar (14), sudah ditunggui polisi di rumahnya, di Jl. KH. Azhari, Lr. Pedatuan Darat, kelurahan 12 Ulu, kecamatan SU II, Palembang. Sebab pelajar kelas III SMP swasta di kawasan SU II itu, dilaporkan telah menyodomi empat bocah, yang diantaranya kerabat dan tetangganya sendiri." (Sumeks, Rabu, 29 April 2009, hlm 32).
Berita ini menyeruak mencuri perhatian pembaca diantara berita-berita besar lain. Apa yang telah terjadi dengan banyak anak remaja jaman sekarang ini? Salah satu masalah penting yang dihadapi oleh remaja jaman sekarang ini menyangkut hubungan antara remaja pria dan wanita dalam pacaran dengan seluk beluknya.

Pacaran saat remaja? Pacaran di kalangan remaja sudah menjadi sebuah realitas yang bisa disaksikan setiap hari. Pacaran di kalangan remaja memiliki problema tersendiri. Dan boleh percaya atau tidak, sebagian besar hubungan cinta remaja memiliki titik lemah di dalam masalah keseimbangan, kesetaraan dalam berpendapat, bersikap dan berbuat. Sebagian besar kaum remaja laki-laki melakukan dominasi terhadap pasangan perempuannya. Ketika dominasi terjadi tanpa ada perlawanan dari pasangan perempuan untuk kembali menyetarakan posisinya dalam hubungan cinta mereka, akan muncul kondisi yang disebut dating violence, kekerasan dan pelanggaran etika fisik maupun psikis dalam hubungan cinta.

Judul di atas merupakan sub judul buku tulisan Sony Set, yang pantas dibaca oleh para remaja, orang tua, pendidik, pemilik warnet dan semua orang. Kiranya perlu ada penelitian seluk beluk kekerasan yang terjadi di kalangan remaja yang sedang berpacaran dan yang memakan korban para perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengamati realitas dating yang dijalankan oleh para remaja usia sekolah SMP dan SMA. Kita mengetahui bahwa problem pacaran mulai muncul ketika sepasang remaja laki-laki dan perempuan, mencoba meresmikan hubungan mereka menjadi sepasang kekasih. Dengan demikian dimulailah sebuah petulangan cinta yang menghanyutkan. Ketika cinta bersemi, nalar dan logika yang seharusnya menomorsatukan prinsip kehati-hatian menjadi tumpul.

Dan korban dari perasaan cinta yang menumpulkan akal ini sebagian besar adalah kaum perempuan. Sebagian besar remaja di usia-usia awal memasuki masa puber mencontoh perilaku dating orang yang lebih dewasa. Mereka sedang berusaha menjadi orang dewasa dalam usia yang masih sangat muda. Early Dating ini mendorong remaja cepat melakukan eksplorasi hubungan seksual akibat kehilangan kendali atas gejolak hasratnya.

Repotnya, orang tua menganggap early dating hanyalah cinta monyet yang sama sekali tidak serius, meskipun pada kenyataannya justru bisa mengarah ke dating violence. Sony Set dalam bukunya Teen Date Violence, mengidentifikasi Dating Violence mewujud dalam berbagai bentuk: intimidasi, melanggar privasi, ancaman, menggunakan hak istimewa laki-laki, membatasi kebebasan, penghinaan, pengasingan dan gangguan (hlm 44-47).

Repotnya lagi kultur Indonesia bahkan banyak membuat korban dating violence tidak berani berbicara dan mengungkapkan kekerasan yang dialaminya. Kiranya remaja perempuan perlu membaca buku ini agar bisa mengetahui seluk beluk violence yang biasa dilakukan oleh para remaja laki-laki, sehingga kalau dirinya menjumpai pengalaman yang sama bisa mengambil sikap yang tepat dan bijaksana, agar dirinya tidak terjebak di dalam permasalahan yang sama.
Masalah dating violence di kalangan remaja juga berjalan seiring dengan maraknya masalah pornografi yang sudah menjamur di mana-mana. Dari beberapa kasus kita menemukan bahwa remaja bergerak dari konsumen pornografi menjadi pelaku. Semuanya itu merupakan wujud nyata dari dating violence. Kita juga tahu bahwa dating violence sudah memasuki dunia maya. Para remaja bisa menggunakan sarana dunia maya yang berkembang cepat untuk melakukan dating. Orang tua perlu waspada terhadap permasalahan ini.

Para orang tua perlu belajar lebih untuk mempelajari trend dunia remaja jaman sekarang sehingga bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, tidak terjadi dalam diri anak remaja mereka. Para orang tua, pendidik dan siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan dan perkembangan remaja kiranya selalu membangun keterbukaan dan kepekaan bagi remaja jaman sekarang. Kita mesti bisa menjadi pendengar yang baik di kala remaja sedang kalut dalam permasalahan pergaulan dengan lawan jenis/ pacaran, sehingga remaja merasa aman untuk bercerita tentang permasalahannya. Untuk selanjutnya mampu menawarkan jalan keluar yang bisa diterima oleh remaja dan yang bisa dipertanggung jawabkan secara moral.

Kita dituntut untuk semakin terbuka terjadap realitas pacaran jaman sekarang seraya membuka diri terhadap ajakan dari orang yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan dan pendidikan anak remaja untuk melakukan perlawanan terhadap dating violence yang bisa menghancurkan generasi remaja dan muda tanpa harus melalui sebuah pemberontakan. Pembentukan moral anak dan pergaulan yang berpegang pada nilai-nilai positif dan yang mengembangkan perlu selalu dibangun terus menerus. Sony Set dalam bukunya juga mengajak para pembaca untuk terlibat lebih jauh dalam pembentukan moral pergaulan anak dengan
terlibat dalam gerakan: "Jangan Bugil di Depan Kamera/ JBDK" sebab dating violence memiliki hubungan sebab akibat dengan pornografi. Semoga ajakan dari Sony Set ini mendapat tanggapan positif dari siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan remaja jaman sekarang.
Marilah kita membangun kesadaran bersama bahwa dating violence adalah masalah yang harus diselesaikan bersama bukan sendiri-sendiri. Perlu diingat dating violence bisa datang setiap saat dalam kehidupan cinta kita. Semoga semakin banyak orang melandaskan hubungan cinta pada rasa saling menghormati dan menyayangi serta saling mengembangkan bukan dengan tuntutan pengorbanan yang diganti dengan kekerasan.

*Pendidik di SMP Kusuma Bangsa, Palembang

*diambil dari link :
http://www.sumeks. co.id/index. php?option= com_content& task=view& id=10184& Itemid=44
Via Milist Forum Pembaca KOMPAS oleh Sony Set

0 komentar:


Free Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Supercar Pictures. Powered by Blogger